Sekecil Usahamu, Kamulah Sang Pemimpin Pemegang Kendali
Rio Praditya, Founder

PT. Mahkota Kreasi Indonesia

Sekecil Usahamu, Kamulah Sang Pemimpin Pemegang Kendali

Baru saja semalam nonton film "The Founder", mungkin saya yang kelewat update film ini yang sudah publish sejak 2016 lalu. Film ini menceritakan awal mulanya McDonald's lahir dan sesukses hingga sekarang, awal mula logo M yang berawal dari lengkungan pilar yang di kaitkan dengan simbol gereja dan amerika. Mungkin masih banyak yang belum tau kalau McD ini adalah besutan konsep "Speede System" (Konsep makanan siap saji) karya Dick & Mac bersaudara, yang akhirnya Ray Kroc seorang sales yang menawarkan kerjasama dan hingga mempunyai konsep waralaba hingga ke penjuru dunia. Tetapi di perjalanannya Dick & Mac bersaudara malah didepak McDonald's yang jelas-jelas mereka lah penemunya. 

Banyak pembelajaran dari film ini, bagi anak-anak muda ataupun profesional yang sudah jenuh dan ingin hengkang dari perkantoran untuk memuali mata penchariannya di dunia usaha. Bahwa ga ada yang "Instant" dalam sebuah pekerjaan, system makanan cepat saji pun dibuat flow conceptnya di lapangan tenis dengan kapur barus dan penggaris agar para karyawan lebih efisien mengoptimalkan flow pembuatan burger yang di masak hingga di bungkus dan di sajikan kepada customer. Efisiensi penggunaan listrik hingga efisiensi SDM yang mumpuni.

Ketika itu Dick & Mac selalu mempunyai masalah dalam mengembangkan bisnisnya. Merekapun sudah mencoba untuk expand ke beberapa daerah namun gagal karna kualitasnya yang sangat buruk di banding tempat dimana lahirnya McDonald's. Yup, masalah itu adalah Quality Control. Ray Kroc pada saat itu memikirkan segala cara agar Mac bersaudara untuk mempercayakan pengembangan waralaba McDonald's di pegang olehnya. Seiring waktu berjalan, pengembangan waralaba McDonald's berkembang sangat pesat hingga melahirkan cabang di belasan negara bagian Amerika. 

Salah satu yang dipikirkan Ray Kroc adalah:

• Inovasi

• Quality Control

• Komitmen kemitraan waralaba (walaupun pada akhirnya Ray Kroc sangat jahat mendepak Dick & Mac Bersaudara dari McD karena sangat kaku terhadap restaurant cepat saji yang kurang berinovasi dan efisiensi)

• Visioner

• Mencari pegawai / SDM yang mempunyai komitmen kerja keras

• Mengangkat pegawai yang dianggap pantas menjadi asistennya. Bahkan di film ini "Fred" si tukang grill daging burger di angkat menjadi bagian dari eksekutif Ray Kroc. Dan masih banyak lagi hal-hal yang saya pelajari. 

Saya berkaca dari atmosfir bisnis di Indonesia yang saat ini lagi demam2nya banyak orang yang ingin menjadi pengusaha start up. Mereka berfikir untuk menjadi pengusaha di usaha sendiri sangatlah gampang dan jabatannya pun tidak sabar ingin menjadi CEO (Chief Executive Officer) di name cardnya. Padahal pada kenyataannya ketika mereka memulai usaha rintisan dengan skala kecil, jabatan CEO tersebut adalah Chief Everything Officer. Dimana mereka harus memikirikan segalanya dari hulu ke hilir, dari barang masih mentah hingga sampai di tangan konsumen. 

Kembali lagi ke persoalan dunia bisnis, SDM merupakan salah satu faktor penting sebagai penggerak agar dapur tetap ngebul. Bagaimana caranya kita membangun suatu SDM yang terbatas tetapi kita jadikan mereka menjadi team yang solid, ketimbang memiliki SDM jago dan berkualitas tapi susah di atur karna jual mahal merasa sudah jago. 

Sedikit share pengalaman saya. Di tahun 2008 saat saya memulai usaha Warnet di 2 cabang, dimana Ibu saya ingin sekali menyeburkan saya di dunia bisnis agar bisa berfikir kritis untuk mengatur keuangan, pegawai dan armada saya (komputer2 saya). Pada saat itu saya sangat buta terhadap komputer, taunya hanya pakai untuk kebutuhan mendesain. Tetapi berkat bantuan teman dan tanya sana sini, menjadikan saya sedikit lancar dalam membersihkan perangkat komputer dan install pemrogaman. Pada saat itu juga saya memiliki 9 pegawai dari berbagai latar belakang, ada yang lulusan SD dan SMA. Umur saya saat itu masih 22 tahun dan pegawai warnet saya mayoritas berumur 26 - 35 tahun. Sungguh kerumitan yang saya alami adalah si anak bocah (saya) mengatur kakak-kakak yang agak sangar dan tempramental (maklum operator warnet harus sangar biar ga ada yang ngutang hehehehe).

Di dalam perjalanannya sangat banyak sekali ombak tinggi yang saya harus lewati bersama operator. Mulai dari pegawai yang suka bolos, Ga mau bersihin WC (jadi harus saya duluan yang sikat WC barulah mereka ikutan), Provider internet yang tiba2 mati, Kedatengan orang gila masuk warnet minta beliin bubur sampai WNA yang marah2 karena lemotnya komputer saya. Tetapi saya tidak pernah melupakan standart Quality Control dan komitmen untuk selalu dimiliki oleh setiap operator, yaitu Ramah, Membantu masalah konsumen dan "Gaul". Namun padah akhirnya saya harus mengangkat bendera putih, karna bisnis warnet pun kemakan jaman oleh ekspansi besar-besaran modem dan smartphone.

Akhirnya saya belajar dari bisnis yang hanya bertahan 2 tahun itu. Ketika kita hanya berfikir bisnis untuk bisa meraup uang yang sangat amat banyak dan kita berfikir untuk konsumtif, lebih baik buang dulu jauh2. Karna ada segudang persoalan yang akan kita hadapai ketika kita sudah di tengah-tengah perjalanan. Dan bagaimana caranya untuk mengindari masalah yang semakin menggunung? dibutuhkan pemimpin yang tegas, visioner dan tim yang solid.

Akhir dari pesan film The Founder adalah, Ray Kroc memiliki visi misi dan ketegasan. Di sisi lain dari kejamnya mendepak Mac Bersaudara, dia berhasil membawa McDonald's hingga saat ini ketika kita selalu teringat ditengah malam kita lapar dan selalu ingat no telp delivery order yang selalu gampang di ingat itu. McD pun berawal dari Seorang Ray Kroc dan beberapa team kecil yang bukan siapa2. 

Semoga menjadi insipirasi ketika kita ingin memulai sesuatu dengan segala keterbatasan, tetapi kreatifitas itu ada didalam keterbatasan :).